Lifestyle

Konsumsi Suplemen Vitamin Pas Coba Turun Berat Badan, Perlukah?

TopCareer.id – Saat diet untuk menurunkan berat badan, penting untuk pintar-pintar apabila kamu ingin mengonsumsi suplemen vitamin.

Samuel Stemi, dosen Fakultas Kedokteran IPB University mengatakan, beberapa orang mungkin ragu mengonsumsi vitamin saat mencoba menurunkan berat badan.

Beberapa alasan misalnya takut nafsu makan meningkat, sehingga berat badan malah bertambah,

Namun, Samuel mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat konsumsi vitamin dalam dosis normal dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

“Vitamin tidak memiliki kalori. Vitamin adalah mikronutrien yang tidak menyumbang energi, tetapi berperan penting dalam metabolisme tubuh,” kata Samuel, mengutip ipb.ac.id, Jumat (8/8/2025).

Meski begitu, ada beberapa suplemen vitamin yang mengandung pemanis atau gula, sehingga mungkin terdapat tambahan kalori dari bahan-bahan tambahan tersebut.

Baca Juga: Mau Naikin Konsentrasi Kerja? Coba Konsumsi 3 Vitamin Ini

Sementara untuk olahraga, Samuel mengingatkan aktivitasnya harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.

“Jika berat badan sangat berlebih, olahraga seperti lari justru dapat meningkatkan risiko cedera, terutama di bagian lutut dan pergelangan kaki,” kata Samuel.

Saat diet mengurangi berat badan, asupan lemak dan protein hewani juga sering dikurangi.

Ini berpotensi mengganggu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Selain itu, ada risiko kekurangan mikronutrien seperti zat besi, magnesium, zink, dan yodium.

Maka dari itu, Samuel menegaskan bahwa saat menurunkan berat badan, pemantauan dan suplementasi selektif sangat dianjurkan.

Samuel menyebut, ada beberapa suplemen yang dapat dikonsumsi selama diet dengan sejumlah catatan:

  • Vitamin D

Vitamin D membantu penyerapan kalsium, menjaga kekuatan tulang, dan mendukung sistem imun. Ini penting dalam program penurunan berat badan, karena akan disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik.

  • Zinc

Zinc berguna untuk memperkuat imun, mempercepat penyembuhan luka, serta memperbaiki fungsi pengecapan.

Namun, menurut Samuel, ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa dengan suplementasi zinc, makan akan terasa lebih enak dan nikmat.

Menurutnya, ini karena zinc mampu memperbaiki fungsi pengecapan pada papil-papil lidah.

  • Vitamin B kompleks terutama B1, B6, B9, dan B12.

Vitamin ini punya fungsi neurotropik yang vital seperti mendukung pertumbuhan, perbaikan sel-sel tubuh, mengoptimalkan fungsi sistem saraf, dan mengurangi kesemutan.

Namun, kata Samuel, literatur memperlihatkan konsumsi vitamin B dalam dosis berlebihan seperti B1, B2, B6, B12, dan niasin, bisa memicu sintesis lemak, resistensi insulin, dan rasa lapar pasca-aktivitas fisik.

“Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan lemak tubuh bila tidak dikontrol dengan baik,” ujarnya.

  • Omega-3 (EPA dan DHA)

Omega-3 berfungsi sebagai antiinflamasi alami. Namun, omega-3 juga terbukti memiliki efek positif terhadap nafsu makan.

Pada beberapa orang, khususnya yang mengalami peradangan atau kondisi medis tertentu, omega-3 dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

Di sini, omega-3 memperbaiki sinyal hormonal di otak dan mengurangi stres oksidatif yang mengganggu regulasi makan.

Namun Samuel menjelaskan, efek ini tidak selalu sama pada setiap orang. Pada individu sehat, omega-3 cenderung tidak menyebabkan peningkatan nafsu makan yang signifikan.

Bahkan pada beberapa kasus, bisa membantu mengontrol berat badan karena meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme lemak.

Tetap Konsumsi Beragam Makanan

Samuel pun menegaskan, selama diet, pastikan tetap mengonsumsi makanan yang beragam, agar tubuh mendapatkan suplai mikronutrien yang memadai.

Jika memang dibutuhkan, tak apa untuk mengonsumsi vitamin.

Namun harus diingat, suplementasi zinc mampu membuat proses makan jadi lebih nikmat, sementara vitamin B berlebih bisa meningkatkan akumulasi tubuh, dan omega-3 bisa meningkatkan nafsu makan.

“Jika program diet didasari tekad yang kuat dan pemahaman yang benar, adanya efek tersebut tentu dapat tetap dikontrol dan tidak akan menyebabkan peningkatan berat badan,” kata Samuel.

Selain itu, dibutuhkan juga pendekatan nutrisi berbasis genetik atau nutrigenomik, di mana setiap orang memiliki kebutuhan vitamin yang berbeda, tergantung profil genetiknya.

Baca Juga: Ini Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin

“Pendekatan ini memungkinkan diet yang lebih personal dan efektif,” kata Samuel.

Namun, Samuel mengakui bahwa pemeriksaan nutrigenomik masih tergolong mahal. Karena itu, masyarakat pun bisa melakukan beberapa langkah praktis.

Masyarakat bisa memeriksakan status nutrisi, mengikuti rekomendasi dosis vitamin, menghindari overdosis vitamin tanpa indikasi medis, memprioritaskan asupan dari makanan utuh, dan memantau respons tubuh terhadap suplemen.

Selain itu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, terutama saat menjalani diet ketat atau aktivitas olahraga intensif.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button